SMPN 2 Garut Terpilih Penerima Hibah Penelitian Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan se-Asia Tenggara dari SEAMEO

SMPN 2 Garut Terpilih Penerima Hibah Penelitian Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan se-Asia Tenggara dari SEAMEO
Editor: Malda Sekolahku —Jumat, 19 Februari 2021 19:45 WIB

Terasgarut - Tim SMP Negeri 2 Garut berhasil masuk 9 (sembilan) besar selanjutnya setelah presentasi masuk ke dalam 5 (lima) besar dalam seleksi calon penerima hibah dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Atas dasar itu tim SMPN 2 Garut sekaligus ditetapkan sebagai penerima hibah penelitian bagi guru dan tenaga kependidikan tahun 2021 dari SEAMEO Recfon atau organisasi para menteri pendidikan se-Asia Tenggara.

“Guru mengajar biasa, guru meneliti luar biasa” ungkapan itu pantas disematkan kepada Dr. Budi Suhardiman, M.Pd, (Kepala SMPN 2 Garut/pembina), Atin Kartinah, M.Pd. sebagai peneliti utama, Yulisa Nurdini, M.Pd. dan Drs. H. Eko Retnadi, M.Kom.sebagai anggota.

Mereka ini yang dapat membuktikan sehingga selain dapat menyisihkan peserta lain dari beberapa negara dan juga panitia memberikan hadiah berupa hibah.

Kepala SMPN 2 Garut, Dr. Budi Suhardiman, M.Pd, mengatakan, pendaftar awal sebanyak 134 peserta. Selanjutnya lolos seleksi administrasi berupa kesesuaian format, kriteria, dan ketentuan proposal dan penelitian sebanyak 123 peserta.

"Nah setelah tahapan seleksi lanjutan ahirnya tim SMPN 2 Garut lolos ke lima besar dan menerima hibah," "kata Budi Suhardiman, di SMPN 2, Jl. Jend. Ahmad Yani, Kamis (18/02/2021).

Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa guru tidak hanya mampu melaksana kan tugas mengajar dan membimbing siswa, tetapi mampu melakukan penelitiaan.

Ia menuturkan, guru hanya mengajar dan membimbing itu biasa, karena sudah menjadi tugasnya seperti itu, tetapi kalau ada guru yang mampu meneliti, itu menjadi luar biasa karena tidak semua guru mampu melakukannya, apalagi mendapat apresiasi dari organisasi kelas dunia.

Budi menyebutkan, Tema yang dilombakan pada tahun 2021, yaitu (1) praktik giji seimbang, (2) aktivitas fisik, (3) adaftasi kebiasaan baru (penerapan 3M), (4) keamanan pangan, (5) ketahanan pangan, (6) food waste reduction, (7) food sustainability dan (7) pencegahan perilaku merokok/vaping.

"Sedangkan Tema yang dipilih tim SMPN 2 Garut yaitu tentang keamanan pangan dengan Judul penelitian Keterampilan Membuat Biodegradable Plastik dari Kulit Jaruk Garut Model PJBL di SMPN 2 Garut. Tak pernah berhenti untuk terus berprestasi,” ucapnya.

Menurut Budi, prestasi ini sungguh yang luar biasa dan membanggakan, Luar biasa karena kemampuan guru tidak hanya mengajar dan membimbing para siswa, tetapi mampu meneliti. Dan membanggakan karena di tengah-tengah pandemik covid-19. Ia yakin pemerintah Kabupaten Garut pun merasa bangga dengan raihan prestasi ini.

Sementara itu, Atin Kartinah menambahkan, peserta yang masuk presentasi sebanyak 9 tim, dan yang berkesempatan mendapat hibah dan pembimbingan penelitian hanya lima tim termasuk SMPN 2 Garut

Ia mengatakan, bahwa plastik yang dibuat dari kulit jeruk Garut ini sangat aman bagi lingkungan karena bisa didaur ulang lagi.

Selain itu menurut Atin ternyata kulit jeruk Garut pun dapat dimanfaatkan juga oleh manusia, tidak hanya isinya yang sudah terkenal ke mana-mana.

Atin menyebutkan, tahapan lomba yang dikuti meliputi pengiriman proposal penelitian sesuai dengan tema yang dipilih pada Desember 2020 lalu. Selanjutnya penilaian proposal, presentasi proposal yang terpilih pada 16 Februari 2021.

"Ini kerja tim, bukan perseorangan. Saat ini sedang berlangsung tahapan pembimbingan penelitian. Dan yang membanggakan pada tahapan pembimbingan, tim SMPN 2 Garut dibimbing oleh Dr. Jesus Fernandez seorang peneliti dari Jerman." ujar Atin Kartinah, M.Pd. sebagai peneliti utama. (Papap)***

SMPN 2 Garut Terpilih Penerima Hibah Penelitian Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan se-Asia Tenggara dari SEAMEO


Loading...